Thursday, March 19, 2015

Desa Misterius yang Dihuni Ratusan Orang-orangan Sawah

Desa Misterius yang Dihuni Ratusan Orang-orangan Sawah
Penghuni Desa Nagoro di Jepang bertambah secara drastis dalam sepuluh tahun terakhir. Setelah Tsukimi Ayano, seorang penduduk desa, menambah populasi desa dengan orang-orangan sawah yang dibuatnya.

Populasi Nagoro hanya tercatat sejumlah 35 orang. Seperti kebanyakan desa lain di Jepang, penduduk Nagoro pindah ke kota-kota untuk bekerja dan meninggalkan orang tua di desa. Bahkan sekolah di desa ini pun telah ditutup pada 2012, setelah murid-muridnya lulus.

Warga Desa Nagoro Tsukimi (65), pertama kali membuat orang-orangan sawah 13 tahun lalu untuk menjaga kebunnya dari burung. Menyadari bahwa orang-orangan tersebut mirip dengan ayahnya. Dia kemudian membuat lebih banyak lagi, dan terus membuatnya sampai saat ini.

Di desa ini, hanya ada 35 orang. Tapi ada 150 orang-orangan sawah, jadi penduduknya bertambah sekarang, kata Tsukimi seperti dikutip Mirror, Rabu (18/3/2015). Orang-orangan sawah buatan Tsukimi diletakkan di berbagai tempat. Di sekolah, di halte bus, di sawah, di atas pohon, di dalam rumah, dan di jalan-jalan. Desa Nagoro jadi terlihat lebih ramai dengan kehadiran benda-benda tak bernyawa tersebut.

Orang-orangan sawah tersebut dibuat dengan bahan dasar kayu ditambah dengan kertas koran atau kain untuk mengisinya. Untuk pakaiannya, digunakan pakaian bekas. Bagi orang-orangan yang diletakkan di luar ruangan diberi lapisan plastik agar tetap kering.

Namun, cuaca tetap dapat merusak orang-orangan yang diletakkan di luar sehingga Tsukimi harus menggantinya dari waktu ke waktu. Dia juga terkadang membuat orang-orangan sesuai dengan pesanan dari warga desa. Biasanya pesanan tersebut diminta memiliki kemiripan dengan orang-orang yang telah meninggalkan desa atau meninggal dunia.
Mereka dibuat sesuai dengan permintaan orang-orang yang telah kehilangan kakek atau nenek mereka. Jadi orang-orangan ini memang membangkitkan kenangan, kata salah satu warga desa, Osamu Suzuki. Turis ikut berdatangan ke Desa Nagoro karena tertarik dengan orang-orangan sawah yang menjaga jalan yang menuju ke desa. Disebelah papan nama Desa Nagoro yang sekarang disebut juga sebagai Desa Orang-orangan Sawah.

Blog Archive