Thursday, March 19, 2015

Merasa Belum Izin, Pembuat Gantungan Kunci Sambangi Lulung untuk Minta Maaf..

Merasa Belum Izin, Pembuat Gantungan Kunci Sambangi Lulung untuk Minta Maaf
Danu Damarjati - detikNews
Merasa Belum Izin, Pembuat Gantungan Kunci Sambangi Lulung untuk Minta Maaf
Jakarta - Seiring moncernya sosok Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana (Lulung) ‎di media sosial, muncul pula gantungan kunci menyerupai Lulung. Kini pembuat kunci itu datang ke kantor Lulung untuk meminta maaf.

"Kita silaturahmi saja tadi dengan beliau, meminta maaf secara khusus perihal gantungan kunci yang kami produksi," kata owner perusahaan pembuat gantungan kunci itu, Rizki Auliadi, saat dihubungi, Rabu (18/3/2015).

Rizki adalah owner Elvriz Collection yang membuat gantungan kunci mirip lulung itu. Rizki datang sekitar pukul 13.00 WIB di kantor Lulung, Gedung DPRD DKI, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

"(Meminta maaf) Karena sebelumnya pihak kami belum meminta izin kepada beliau untuk membuat gantungan kunci ini," kata Rizki.

Dan‎ Lulung yang berpenampilan belah tengah itu-pun menyambut baik permintaan maaf itu. Lulung tak melarang pembuatan kerajinan imut itu.

"Alhamdulillah beliau menyambut dengan baik dan mengizinkan kami untuk memproduksi kembali gantungannya," kata Rizki.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(dnu/fjr)

http://news.detik.com/read/2015/03/1...tuk-minta-maaf


"Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim."

Blog Archive