Tuesday, February 24, 2015

Lewati Ultah Pernikahan ke-50, Gairah Seks akan 'Bersemi' Kembali

Lewati Ultah Pernikahan ke-50, Gairah Seks akan 'Bersemi' Kembali

Sudah bukan rahasia lagi bila pasangan yang telah lama menikah akan semakin malas bercinta atau tak lagi mesra seperti ketika masih pengantin baru. Namun peneliti mengatakan gairah bercinta pasangan berusia senja akan bersemi kembali setelah ulang tahun perikahan ke-50.

Mengapa harus menunggu begitu lama? Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan terhadap 1.656 orang berusia 57-85 tahun, diketahui bahwa akan ada peningkatan frekuensi hubungan seks pada pasangan dalam kurun 50 tahun setelah mengikat janji.

Akan tetapi ini hanya berlaku untuk pasangan yang bisa mempertahankan pernikahan hingga memasuki tahun emas. Sedangkan pasangan yang menikah lagi dijamin takkan mengalami hal yang sama.

"Ini karena pasangan menua bersama, dan Anda tentu akan semakin percaya kepada pasangan ketika tahu bahwa mereka tetap memilih bersama Anda di usia senja, dan ekspektasi itu akan menjadi alasan mengapa Anda perlu berinvestasi lebih pada pernikahan, tak terkecuali dalam hal aspek seksual juga," terang peneliti Samuel Stroope, PhD.

Sebaliknya, lanjut Stroope, orang yang pernah menikah lagi di dalam hidupnya takkan merasakan ekspektasi yang sama. Bahkan tidak menutup kemungkinan mereka cenderung malas untuk 'berinvestasi' lagi terhadap pasangan yang baru, seperti halnya pasangan yang awet bersama.

Namun profesor sosiologi dari Louisiana State University itu juga menegaskan tingginya frekuensi seks yang dilakukan pasangan tidak serta-merta meningkatkan kepuasan fisik dan mental yang mereka rasakan karena berhubungan intim.

Terkait dengan hal ini, pengamat kesehatan seksual dr Andri Wanananda, MS sebelumnya pernah menegaskan bahwa frekuensi hubungan seksual memang ditentukan oleh dua hal, yaitu usia dan kebugaran fisik. Wajar bila kemudian pada pasangan lansia frekuensi seksnya cenderung menurun, di samping juga karena kebugaran fisik mereka tak sebaik ketika masih muda.

"Tapi yang penting diperhatikan, hubungan intim yang sehat harus dilakukan ketika kondisi suami atau istri dalam keadaan bugar, atas kehendak bersama, serta tidak mengganggu rutinitas sehari-hari," katanya kepada detikHealth beberapa waktu lalu. detik.com

Blog Archive